Bunyi

Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.

Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

Sifat-sifat bunyi     :

–       Gelombang longitudinal

–       Tidak menghantar pada ruang hampa

–       Dapat menghantar pada zat padat, cair dan gas

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

fisika

1

2

3

4

5

6

7

Panjang                                   

Massa

Waktu
Suhu

Kuat arus

Intensitas cahaya

Jumlah zat

  Meter (m)

Kilogram (kg)

Sekon (s)

Kelvin (K)

Ampere (A)

Candela (Ca)

Mol (Mol)

Besaran Pokok

 

Satuan

BESARAN POKOK DAN BESARAN TURUNAN

 

Besaran Turunan

 

Satuan

1

2

3

4

5

6

7

8

Luas

Volume

Massa jenis

Kecepatan

Percepatan

Gaya

Usaha

Daya

Meter persegi (m2­)

Meter kubik (m3)

Kg/m3

m/s

m/s2

Newton (N)

Joule (J)

Watt (W)

 

 

MASSA JENIS

Keterangan:

=          massa jenis (kg/m3)

m        =          massa (kg)

v          =          volume (m3)

Contoh soal  :

Sebuah batu yang massanya 300 gram dicelupkan ke gelas ukur yang semula 20 ml. Setelah dicelupkan, air dan batu menjadi 80 ml. Berapakah massa jenis batu tersebut? (g/cm3)

Diketahui      :

m        =          300 gram

v          =          80 – 20 = 60 ml

Ditanya         :

=          ?

Jawab                        :

=

=

=          5 g/cm3

 

PASANG

 

 

Posisi Bulan pada   :

No. 1 dan 3  : Pasang Perbani

No. 2 dan 4  : Pasang Maksimum

Posted in Uncategorized | Leave a comment

GERAK REFLEKS DAN GERAK SADAR

GERAK REFLEKS DAN GERAK SADAR

Skema Alur Gerak Refleks

Skema Alur Gerak Sadar

Rangsangan

Rangsangan

Saraf

Saraf

Sensorik

Sensorik

Otak

Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang

Saraf motorik

Saraf motorik

Efektor

Efektor

Posted in Biologi | Leave a comment

biologi @17april2011

ENZIM-ENZIM PADA PENCERNAAN MANUSIA

 

Nama Pencernaan

Nama Enzim

Fungsi

Mulut –   Amilase atau Ptialin –   Mengubah amilum menjadi karbohidrat sederhana berupa maltose
Lambung –   HCl

–   Pepsinogen atau  Pepsin

–   Renin

–   Membunuhkan kuman dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin

–   Memecah protein menjadi pepton

–   Mengumpulkan protein susu dari air susu

Pankreas –   Tripsinogen yang diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin

–   Amilase

–   Lipase

–   Mengubah Protein menjadi peptide dan asam amino

–   Mengubah amilum menjadi glukosa

–   Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol

GERAK REFLEKS DAN GERAK SADAR

Skema Alur Gerak Refleks

Skema Alur Gerak Sadar

 

 

BENTUK-BENTUK TULANG MANUSIA

 

Tulang Pipa

Tulang Pipih

Tulang Pendek

–   Tulang Betis

–   Tulang Pengumpil

–   Tulang rusuk

–   Tulang Punggung

–   Tulang Pergelangan

 

MIKROORGANISME DALAM BIOTEKNOLOGI

Nama Mikroorganisme

Nama Produk

Saccharomyces cereviceae

Ragi, tape, bir, roti

Rhizopus oryzae

Tempe

Neurospora crassa

Jamur oncom

Acetobaer xylinum

Asam cuka

Streptococcus lactis

Keju, mentega

Lactobacillus bulgaricus

Yoghurt

Lactobacillus cassei

Yakult

Aspergillus wentii

Kecap, tauco

Chlorella dan Spirulina

Protein sel tunggal

Rhizobium radicicola

Pengikat nitrogen pada akar kacang-kacangan

Bacillus thuringiensis

Bakteri pembasmi ulat

Penicillium notatum

Antibiotic penisilin

Streptomyces griceus

Antibiotic streptomisin

Corynebacterium glutamicin

Asam glutamate

Thiobacillus ferroxidan

Pemisah bijih tembaga

Posted in Biologi | Leave a comment

Ilmu Pengetahuan Sosial

Kisi-kisi for ul.um

  1. ciri-ciri negara berkembang

 

  1. ciri-ciri negara maju
  2. wilayah persebaran negara berkembang
  3. masalah-masalah negara berkembang
  4. akibat PD II dalam politik
  5. contoh kelompok maju
  6. sebab khusus PD II
  7. sebab umum PD II
  8. Damapak PD II thd ancaman perang dunia
  9. Penyebab terjadinya konflik antara indonesia dan belanda pasca pengakuan kedaulatan
  10. sebab pertempuran lima hari di semarang
  11. tokoh pejuang usaha mempertahankan kemerdekaan
  12. latar belakng peristiwa 10 november 45
  13. perean PBB pad konflik Indonesia Belanda
  14. Kelompok Negara KTN
  15. alasan perundingan Linggar Jati merugikan bangsa Indonesia
  16. alasan pendorong perubahan bentuk RIS ke NKRI
  17. alasan ibukota RI ke Yogyakarta
  18. Partai pemenang pemilu pertama di Indonesia
  19. tujuan pemilu pertama
  20. Isi dekrit Presiden 5 Juli 1959
  21. Alasan keluarnya Dekrit Presiden 5  Juli 1959
  22. contoh perubahan sosbud yang terjadi secara cepat
  23. faktor internal yang mendorong perubahan sosbud
  24. faktor-faktor pendorong perubahan sosbud
  25. bentuk-bentuk perubahan sosial
  26. beda asimilasi dan alkulturaasi
  27. sikap selektif dalam menerima perubahan sosbud
  28. faktor penghambat perubahan sosbud
  29. faktor pendorong internal perubahan sosbud
  30. sikapperilaku masyarakat dalam menyikapi perubahn
  31. lima syarat benda berfungsi sebagai uang
  32. fungsi turunan uang
  33. contoh uang sebagai penunjuk harga
  34. nilai instriksik uang
  35. menghitung nilai tukar asing ke rupiah
  36. beda uang kartal dan giral
  37. tugas pokok bank sentral
  38. jenis simpanan di bank sesuai kebutuhan
  39. cara keja lembaga pegadaian
  40. manfaat perdagangan internasional
  41. tujuan penggunaan devis
  42. sumber-sumber perolehan devisa
  43. contoh kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan perdagangan internasional
  44. contoh dampak positif perdagangan internasional bagi perekonomian indonesia
Posted in IPS | 3 Comments

IPA : 1.Sistem Ekskresi

Rangkuman
1. Upaya untuk memelihara tekanan osmosis dalam tubuh manusia dan hewan dalam
menghadapi kondisi lingkungan disebut osmoregulasi.
3. Salah satu sistem pengeluaran pada manusia adalah sistem urin. Sistem urin manusia
tersusun dari ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra
4. Untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme di samping sistem urin, terdapat organ
pengeluaran lain, yaitu kulit, paru-paru, dan hati.

Proses pengeluaran zat-zat sampah ini dari sel, jaringan, dan tubuh disebut ekskresi.
Proses pengeluaran (ekskresi) ini hampir selalu melibatkan proses osmoregulasi, suatu proses untukmemelihara tekanan osmosis dalam tubuh manusia dan hewan dalam
menghadapi kondisi lingkungan

Bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan osmoregulasi pada setiap macam hewan adalah bervariasi.
a. Hewan sederhana (hewan berpori/porifera) bagian tubuh yang digunakan untuk mengatur konsentrasi cairan tubuhnya cukup dengan proses difusi dan
osmosis langsung melalui membran sel
b. Hewan bersel satu (misalnya Amoeba, Paramaecium), bagian tubuh yang digunakan dalam osmoregulasi adalah vakuola kontraktil melalui mekanisme difusi dan
osmosis.
c. Hewan darat, osmoregulasi terjadi melalui organ pengeluaran (ekskresi), berupa ginjal. Dalam hal ini ginjal berperan sebagai organ ekskresi dan osmoregulasi.
d. Hewan vertebrata dan invertebrata air (amfibi, ikan, serangga) fungsi osmoregulasi melalui organ khusus seperti insang, kulit, bahkan usus.

Ginjal,
Salah satu sistem pengeluaran pada manusia adalah sistem urin. Sistem urin manusia tersusun dari ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra . Sistem urin berfungsi sebagai berikut:
a. Menyaring zat-zat sampah metabolisme dari darah;
b. Mengontrol volume darah, yaitu dengan mengeluarkan kelebihan air yang dihasilkan sel-sel tubuh. Mempertahankan jumlah air dalam darah penting untuk memelihara tekanan darah agar gerakan gas, dan pengeluaran zat sampah padat tetap normal.
c. Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu. Garam-garam ini harus ada dalam konsentrasi tertentu untuk kelangsungan kegiatan sel.

Organ utama sistem urin adalah sepasang ginjal. Organ ini berwarna merah coklat, berbentuk seperti biji kacang merah. Letak ginjal di daerah pinggang, tepatnya di perut
bagian belakang dan dilindungi tulang-tulang rusuk. Ginjal menyaring darah yang telah mengandung zat sisa metabolisme dari sel-sel tubuh.

Seluruh darah dalam tubuh melewati ginjal berkalikali dalam sehari. Darah memasuki ginjal melalui arteri ginjal. Selanjutnya darah meninggalkan ginjal melalui vena ginjal.

Ginjal terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar disebut korteks, sedangkan lapisan dalam disebut medula.

Sebuah ginjal tersusun atas kurang lebih satu juta nefron. Nefron adalah unit penyaring terkecil ginjal. Satu nefron tersusun atas glomerulus, Simpai Bowman, saluran berkelok-kelok, Ansa Henle, dan saluran pengumpul ginjal.
Air, gula, garam, dan zat sampah dari darah masuk ke nefron. Saat masuk nefron, darah bertekanan tinggi. Darah dengan cepat mengalir ke kapiler dalam nefron. Kumpulan
kapiler dalam nefron disebut glomerulus (jamak = glomeruli) yang ditemukan di bagian korteks.

Karena tekanan darah yang tinggi maka air, glukosa, vitamin, asam amino, protein berukuran kecil, urea, asam urat, garam, dan ion akan menembus kapiler masuk
ke bagian nefron yang disebut Simpai Bowman.

Simpai Bowman adalah bangunan berbentuk mangkuk yang melingkupi glomerulus. Dalam proses ini sel-sel darah dan sebagian besar protein tidak bisa menembus dinding kapiler karena terlalu besar. Akibatnya sel-sel darah dan protein tertinggal dalam kapiler.
Cairan dalam Simpai Bowman mengalir ke saluran berkelok-kelok dan Ansa Henle.

Ansa Henle adalah saluran  sempit berbentuk U. Selama cairan berada di sepanjang
saluran-saluran ini, sebagian besar ion, air, dan semua glukosa, asam amino, dan protein berukuran kecil diserap kembali ke dalam aliran darah. Proses penyerapan kembali
zat-zat yang masih dipergunakan tubuh ini disebut reabsorbsi. Molekul kecil seperti air diserap kembali ke kapiler secara difusi. Difusi merupakan gerakan molekul zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah. Zat lain misalnya ion, dikembalikan ke kapiler dengan cara transport aktif. Transport aktif adalah gerakan molekul dari satu larutan ke larutan lain dengan menggunakan energi.

Kapiler-kapiler yang berisi zat yang diserap kembali kemudian bersatu membentuk vena kecil. Vena-vena kecil bersatu membentuk vena ginjal. Vena ginjal mengembalikan darah yang sudah disaring ke sistem peredaran.
Di samping peristiwa di atas, di dalam saluran pengumpul terjadi proses lain yaitu masuknya zat-zat sampah dari pembuluh darah. Zat-zat sampah merupakan
zat sampah yang masih tersisa di dalam pembuluh darah saat filtrasi. Dengan proses ini urin di dalam saluran pengumpul lebih pekat lagi.
Sesudah penyerapan kembali, cairan yang tersisa dalam saluran merupakan cairan zat sisa (disebut urin) yang mengandung garam dan zat sampah lain. Urin kemudian mengalir ke saluran pengumpul ginjal yang terletak di bagian medula. Keseluruhan proses penyaringan cairan dalam ginjal bisa dilihat pada Gambar :

Urin dalam masing-masing saluran pengumpul mengalir ke suatu daerah berbentuk seperti cerobong asap, yang disebut pelvis atau piala ginjal. Saluran ini kemudian berlanjut ke ureter.

Ureter adalah saluran yang berpangkal dari ginjal menuju kantung kemih. Kantung
kemih adalah kantung berotot yang menyimpan urin. Dalam kantung kemih urin disimpan sementara hingga dikeluarkan dari tubuh; selanjutnya urin disalurkan ke uretra untuk dialirkan ke luar tubuh. Jumlah urin yang keluar tergantung pada jumlah cairan yang diminum dan volume cairan yang dikeluarkan. Orang dewasa ratarata menghasilkan urin sekitar 1 liter tiap hari.

Organ Pengeluaran Lain
Untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme di samping sistem urin, terdapat organ pengeluaran lain, yaitu kulit, paru-paru, dan hati.

Kulit
Kulit adalah organ terluas tubuh. Kulit hanya beberapa milimeter tebalnya, tersusun
dari dua lapisan jaringan, yaitu kulit ari (epidermis) dan kulit jangat (dermis). Epidermis merupakan lapisan permukaan kulit. Epidermis tersusun dari berlapis-lapis sel.
Sel-sel terluar adalah sel-sel mati. Beribu-ribu sel ini lepas setiap waktu. Sebagai penggantinya, sel-sel baru dihasilkan pada dasar epidermis.
Dermis adalah lapisan jaringan di bawah epidermis. Lapisan ini lebih tebal daripada epidermis dan berisi pembuluh darah, saraf, kelenjar minyak, dan kelenjar
keringat.
Sebagai bagian dari sistem pengeluaran, kulit mempunyai kelenjar keringat. Kelenjar keringat adalah kelenjar yang terdapat di lapisan dermis

Adanya kelenjar keringat juga merupakan bagian dari cara untuk mempertahankan panas tubuh agar suhunya tetap. Ketika tubuh menjadi panas, pembuluh darah melebar. Pori-pori kulit terbuka dan mengeluarkan keringat. Cairan keringat keluar dari kulit. Selama keringat menguap tubuh terasa dingin, karena panas tubuh dipinjam untuk
menguapkan keringat.

Paru-paru
Paru-paru termasuk organ pengeluaran karena udara pernapasan yang dikeluarkan mengandung karbondioksida dan air yang dihasilkan dari kegiatan sel. Keluarnya air bisa
dilihat ketika kamu bernapas dalam udara dingin berupa kabut. Setiap hari tubuh melepaskan kurang lebih 350 ml air dalam bentuk uap air melalui sistem pernapasan.
Hati
Hati ikut berperan dalam sistem pengeluaran karena sel-sel hati berfungsi sebagai tempat perombakan sel-sel darah merah dan menguraikan hameglobin sehingga menghasilkan zat warna empedu (bilirubin) . Zat warna empedu ini dikeluarkan ke dalam urin dan feses. Hati juga berperan dalam pembentukan urea dari amonia, yang kemudian dikeluarkan lewat ginjal bersama urin.

Soal (jawab di komen ya)

1. Jelaskan bagaimana ginjal mengeluarkan zat-zat sampah dan mempertahankan keseimbangan garam-garam tubuh!
2. Mengapa kulit, paru-paru, dan hati juga disebut sebagai organ-organ pengeluaran?
3. Apa yang terjadi ketika organ-organ sistem urin tidak bekerja?
4. Terangkan mengapa proses penyerapan kembali zat-zat tertentu di dalam ginjal sangat
penting?
5. Jelaskan fungsi sistem urin!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

IPS: 1. Negara Maju dan Negara Berkembang

Bab 1. Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup
yang tinggi. Sedangkan negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam pekembangan

2. Tolok ukur atau indikator dalam penggolongan negara sebagai negara maju atau negara   berkembang adalah sebagai berikut.
a. Pendapatan Perkapita.
b. Jumlah penduduk miskin.
c. Tingkat Pengangguran.
d. Angka kematian bayi dan ibu melahirkan.
e. Angka Melek Huruf.

3. Ciri-ciri negara maju antara lain:
– pendapatan perkapita tinggi;
– pendidikan dan keterampilan tinggi; dan
– tidak tergantung pada alam.

4. Ciri-ciri negara berkembang antara lain:
– pendapatan perkapita relatif rendah;
– pendidikan dan keterampilan rata-rata rendah; dan
– sangat tergantung pada alam.

soal

Jawablah dengan singkat pertanyaan-pertanyaan berikut ini! (tulis di comment ya)
1. Sebutkan minimal 4 ciri-ciri negara maju!
2. Sebutkan minimal 4 ciri-ciri negara sedang berkembang!
3. Mengapa negara maju tidak tergantung pada alam?
4. Apa saran kalian agar pembangunan ekonomi Indonesia bisa cepat?
5. Mengapa negara kita perlu kerja sama dengan negara lain?

Posted in IPS | Leave a comment