pelajaran 1 MEMAHAMI WACANA SASTRA

MEMAHAMI WACANA SASTRA

Antologi adalah kumpulan karya tulis atau karangan pilihan dari atau beberapa pengarang. Istilah lainnya yang juga digunakan untuk menyebutkan kumpulan karangan atau cerita-cerita adalah bunga rampai.

Cerpen biasanya dimuat dalam salah satu halaman majalah atau surat kabar. Namun, ada pula cerpen yang diterbitkan dalam satu buku kumpulan cerpen. Cerpen-cerpen itu ada yang ditulis oleh satu pengarang dan ada pula yang ditulis oleh beberapa pengarang. Selain itu ada juga buku cerpen yang berisi kumpulan cerpen-cerpen pilihan yang pernah diterbitkan oleh surat kabar atau majalah dalam kurun waktu tertentu.

Tema
Tema adalah : gagasan, ide atau pikiran utama yang mendasari karya sastra. Adakalanya tema cerita dinyatakan dengan jelas, namun adakalanya dinyatakan secara simbolik. Untuk menemukannya, pembaca harus mampu mengidentifikasi berbagai persoalan hidup yang ada dalam cerita.

Latar/ setting
Latar adalah : penggambaran tempat, waktu dan segala situasi yang menjadi ruang bagi tokoh cerita untuk hidup, bergerak atau mengalami berbagai peristiwa.
Latar meliputi :

  • Latar waktu
  • Latar tempat
  • Latar suasana, yang mencakup latar suasana sosial budaya, suasana batiniah dan nuansa alamiah
Penokohan atau Karakterisasi
Penokohan adalah cara pengarang melukiskan atau mendiskripsikan perwatakan tokoh agar dikenali oleh pembaca. Ada dua teknik penokohan yaitu :
  1. Penokohan langsung (analitik), maksudnya pengarang memberitahukan secara langsung watak suatu tokoh. Contoh : tokoh datuk Maringgih dalam Novel Siti Nurbaya berikut ini : ” Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotot, adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah, pangkat dan kepandaiannyapun tida ada, selain dari berdagang.Akan tetapi karena kekuasaan uangnya, yang tinggi menjadi rendah, dan yang jauh menjadi dekat “
  2. Penokohan tidak langsung (dramatik), maksudnya pengarang tidak langsung memberitahukan watak tokoh. Untuk mengetahui watak tokoh pembaca harus menafsirkan sendiri berdasarkan deskripsi :
  • Ucapan, pikiran dan perbuatan
  • Mimik/ bentuk muka dan bentuk tubuh
  • Kondisi lingkungan tempat tinggal
  • Reaksi, ucapan dan pendapat

Contoh : penampilan fisik tokoh yang urakan, keadaan kamar tidur dan rumah yang berantakan, dapat menyiratkan tokoh itu memiliki penokohan acuh tak acuh, tidak suka keteraturan dan sebagainya.

sumber : paksaadi.blogspot.com

About rafikar

be creative and sholeh
This entry was posted in Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s